Selamat Datang di Website Resmi Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat..

headline STANDAR OPERASIONAL PROSES PEMBUATAN SEMEN BEKU

Teknologi Budidaya | Senin, 07/06/2010 13:54 WIB

oleh : Nilna, S.Pt

 

            Salah satu tujuan IB adalah agar lebih banyak jumlah betina yang dapat dikawinkan dari seekor penjantan selain itu juga untuk mengatasi masalah transportasi apabila pejantan tersebut akan dikawinkan pada betina yang berada di daerah lain.

            Proses pembuatan semen beku meliputi : pemeriksaan semen segar, pengenceran, printing straw, filling & sealing serta freezing.

1.         Pemeriksaan semen segar

Setelah semen ditampung secepatnya di bawa ke laboratorium untuk diperiksa kualitas maupun kuantitasnya. Setiap semen yang diperiksa  harus dicatat pada buku pemeriksaan dan ditentukan apakah semen tersebut dapat memenuhi syarat atau tidak untuk diproses menjadi semen beku. Pemeriksaan yang dilakukan adalah secara makroskopis dan mikroskopis. Standar gerakan massa yang dapat diproses adalah 2+ ke atas (skala 0-3+).

Konsentrasi sperma dihitung dengan menggunakan alat spektrofotometer.

2.         Penyiapan Bahan Pengencer

Bahan pengencer disiapkan sehari sebelum digunakan diantaranya  pengencer sitrat, air kelapa, tris, dll. Setiap bahan pengencer harus          

mampu melindungi sperma pada saat pendinginan dan selama glyserolisasi serta mampu mempertahankan  daya hidup sperma.

Syarat bahan pengencer :

1.                  Murah, sederhana dan praktis dibuat

2.                  Harus mengandung unsur-unsur yang hampir sama sifat fisik dan kimiawinya dengan semen dan tidak boleh mengandung zat toksik atau zat racun baik terhadap sperma maupun alat reproduksi betina.

Sedangkan fungsinya adalah :

1.         Menyediakan zat makanan sebagai sumber energi bagi permatozoa;

2.         Melindungi sperma terhadap cold shock;

3.         Menyediakan suatu penyanggah untuk mencegah perubahan pH;

4.         Mempertahankan tekanan osmotik dan keseimbangan elektrolit yang sesuai;

5.         Mencegah pertumbuhan kuman;

6          Memperbanyak volume semen.

            Di BIB Tuah Sakato sampai dengan saat ini masih menggunakan egg yolk tris (kuning telur).

Cara membuat bahan pengencer :

v     Lakukan desinfeksi pada tempat/meja dan jari-jari tangan dengan menggunakan alcohol 70%.

v     Gunakan peralatan yang telah disterilisasi.

v     Persiapan pada bahan baku :

a.      Cek bahan-bahan yang  akan digunakan dan letakkan diatas meja.  Jangan letakkan bahan-bahan yang tidak akan diapakai diatas meja.

b.      Timbang bahan-bahan dengan tepat.

c.      Jangan lakukan penimbangan bahan-bahan sekaligus.

d.      Lakukan pencampuran dengan cepat, pencampuran yang lambat  dapat dapat menimbulkan reaksi kimia  yang tidak diinginkan.

v     Persiapan telur

a.      Telur tidak dapat disterilisasi.

b.      Gunakan telur yang masih segar

c.      Cuci telur lalu lakukan desinfeksi dengan menggunakan alcohol 70%

d.      Telur disimpan sebentar dalam lemari es dapat  mepermudah pemisahan kuning telur dan putih telur.

e.      Masukkan kuning telur ke dalam larutan yang sudah dipanaskan pada saat larutan bersuhu kurang dari 40C.

v     Penyimpanan

a.      Volume larutan yang besar memerlukan antibiotic yang lebih banyak.

b.      Pindahkan larutan ke dalam tabung ukur.

c.      Simpan larutan didalam lemari es  pada suhu 4-5 C, tutup tabung dengan alumunium foil.

d.      Larutan yang sudah disimpan didalam lemari es selama sehari akan memebentuk endapan (sendimen).

e.      Supernatan yang dihasilkan, digunakan sebagai larutan pengencer A.

f.        Endapan yang dihasilkan dari larutan yang disimpan semala 3 hari akan menjadi lebih padat sehingga supernatant akan lebih mudah diambil.

g.      Supernatan yang sudah diambil (larutan pengencer A) dapat disimpan selama 2 minggu di dalam lemari es.

v     Pembuatan pengencer B

a.      Pengencer B adalah pengencer A yang sudah ditambah dengan 13% gliserin.

b.      Buat pengencer B sehari sebelum digunakan (agar gliserin benar-benar terlarut dalam larutan A).

c.      Beri tanda masing-masing tabung berisi pengencer A dan B.

Prosedur Pengencer Semen

Penambahan larutan pengencer

              Perhitungan jumlah spermatozoa motil setelah thawing

a.            Hitung data menggunakan computer

b.            Hitung persentase spermatozoa motil setelah thawing minimaql 40%

c.            Jumlah spermatozoa motil minimal 12.000.000 (1 straw berisi 30.000.000).

              Perhitungan volume total

V.total (ml) =     vol.semen (ml) x konsentrasi spermatozoa (jt/ml)

                                Konsentrasi spermatozoa pada 1 ml (cc)

              Perhitungan jumlah pengencer

Jumlah pengenceran =                           v. total (ml)

                                               v. total semen yang diperoleh (ml)

              Perhitungan volume larutan  pengencer A2 yang ditambahkan

V. Larutan pengencer =V.total (ml)- Σ V.semen(ml)+V.lar A1 (ml))

 A2 yang ditambahkan          2

              Perhtiungan volume larutan pengencer B yang ditambahkan

V.larutan pengencer B yang ditambahkan (ml)  =  V.total (ml)

                                                                                              2

              Perhitungan dosis atau jumlah straw yang digunakan

               Dosis  = V.total (ml)

                                    0,25

Contoh Perhitungan:

1.      Volume total

Penampungan ke -

Volume Semen (ml)

Konsentrasi

Spermatozoa ml)

Total konsentrasi

spermatozoa

1.

2.

Total

6.0

4.0

10.0

1.200.000.000

1.000.000.000

7.200.000.000

4.000.000.000

11.200.000.000

     Volume total  =              11.200.000.000     =     93.33 ml

                                         30.000.000 x1/0.25

2.   Jumlah pengenceran

      Jumlah Pengencaran  =      93 ml    =   9.3  kali

                                                      10 ml 

3.   Volume larutan pengencer A2 yang ditambahkan

      Lart. Pengencer A2 yang ditambahkan) =

      93 ml -  {(6 ml semen + 6 ml lar. A1) + (4 ml + 4 ml lar A1)}  =  26.5

        2

4.      Volume pengencer B yang ditambahkan  =  93 ml  =  46.5 ml

                                                                                  2

5.      Banyaknya dosis yang akan digunakan

      Dosis  = 93 ml   =  372 dosis

                      0.25

 

Penambahan Pengencer A2 pada Semen

  1. Penambahan Pengencer A2

-         Penambahan pengencer A2 sesuai dengan perhitungan yang sudah dilakukan

-         Persiapan alat dan bahan :

a.            Yang bias digunakan berulang-ulang  : tabung ukur, gelas ukur, handuk.

b.            Alat yang sekali pakai : labu elemeyer, glass filter]

c.            Bahan :  larutan pengencer A

-         Saat penambahan pengencer A2 suhu larutan semen A1 harus 4-5 C (suhu larutan yang tinggi dapat menebabkan temperature shock pada spermatozoa)

  1. Penyaringan semen
  • 50 menit kemudian dilakukan pencampuran dengan Part A Extra yang telah disiapkan dalam cool top;
  • Setelah itu pencampuran dengan Part B dilakukan 4 kali (proses gliserolisasi) dengan interval 15 menit;
  • Kurang lebih 2   jam setelah pencampuran dengan Part B terakhir (5 jam setelah pencampuran dengan Part A primer), baru dilakukan rposes pengisian semen ke dalam straw yang telah disiapkan sebelumnya.

3.         Printing Straw

            Printing straw dilaksanakan bersamaan dengan waktu pengenceran setelah diketahui berapa jumlah straw yang akan dicetak. Straw yang akan diprinting atau dicetak diberi keterangan tentang jenis penjantan, nama penjantan, kode penjantan, batch number dan produsen semen beku tersebut (BIB Tuah Sakato). Jumlahnya tergantung dari banyaknya spermatozoa dalam ejakulasi.

Pengecekan bangsa pejantan dengan warna straw :

        Holstein          :           Abu-abu

        Limosin          :           Pink

        Simental         :           Putih tansparan

        Brahman        :           Biru tua

        Ongole            :           Biru muda

        Angus             :           Orange

        Brangus          :           hijau tua

        Bali                 :           merah

        Madura           :           hijau muda

Melaksanakan printing straw :

1.      Memasukan tinta ke dalam bak tinta pada mesin printing dan mengatur tebal tipisnya warna tinta yang disesuaikan dengan warna straw sehingga kontras (hitam atau putih);

2.      Memasang kabel fiting ke stop kontak;

3.      Menempelkan bull stamp (jenis, nama, kode pejantan, batch number dan BIB Tauh Sakato) pada roll besar dan mengatur jarak;

Dinas Peternakan Propinsi Sumatera BaratSitus Resmi Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat
Hak cipta © 2009 - Dinas Peternakan Sumatera Barat ® - All rights reserved
Alamat: Jln. Rasuna Said no.68 Padang 25000 - Sumatera Barat, Indonesia
Telp: (0751) 28077, 28060 | Fax:(0751) 28060 | Email: info@disnak.sumbarprov.go.id