Selamat Datang di Website Resmi Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat..

headline Bibit Sapi Sumbar Dibidik ASEAN

Berita | Senin, 24/08/2009 07:15 WIB

Bibit Sapi Sumbar Dibidik ASEAN
Bibit sapi yang dihasilkan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Tuah Sakato Sumbar, dengan jumlah 200 ribu straw atau 200 ribu tabung tiap tahunnya, kini mulai dibidik sejumlah negara di Asia Tenggara (Asean), terutama Thailand dan Malaysia. Bahkan, Rabu (1/7) kemarin, beberapa warga negara Thailand dan Malaysia yang tergabung dalam kegiatan Growth Teriangle (IMT/GT) di Bukittingi, sengaja datang ke Payakumbuh, untuk melihat lebih dekat proses inseminasi buatan.
Kedatangan warga Malaysia dan Thailand yang didampingi Direktur  Pemasaran Domestik Produksi Pertanian Deptan  Budi Gardjita dan Kepala Dinas Peternakan Sumbar Edwardi tersebut, diterima Wali Kota Payakumbuh  Josrizal Zain dan Wakilnya Syamsul Bahri. Kepada warga negara tetangga itu, Josrizal Zain berharap, dapat  mensosialisasikan insimeninasi buatan atau semen beku dari Sumbar,  sehingga bisa  menembus pangsa pasar di kawasan Asean. Kecuali itu, Josrizal tidak lupa “menjual” keunggulan daerahnya. Disebut Josrizal, sektor peternakan termasuk unggulan Payakumbuh.

Para peternak, dibimbing dengan cara “saduian” atau seduaan sapi, yang hasilnya mampu mengkatrol ekonomi masyarakat. “Kemudian, Payakumbuh sekarang juga Pemerintah Spanyol dan pemerintah pusat untuk mendirikan rumah potong hewan berstandar internasional, yang diperkirakan rampung pekerjaanya tahun 2011,”ujar Josrizal Zain.

Adapun daging yang diproduksi di Payakumbuh, menurut Josrizal Zain, sudah siap dipasarkan ke negara tetangga Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunai Darusalam. “Terhadap peserta IMT/GT yang berminat menanam investasi di Payakumbuh, Pemko akan memberikan kemudahan jaminan keamanan terhadap modal yang ditanam,” tegasnya. Senada dengan Josrizal Zain. Kepala Dinas  Peternakan Adwardi, juga mengekpose keberadaan BIB Tuah Sakato, yang sejak 2002, eksis menyuplai IB keberbagai daerah di Indonesia.

BIB Tuah Sakato sendiri, menurut Edwardi, memiliki pejantan sebanyak 21 ekor Simmental, 1 ekor Limosin, 2 ekor Brahman, 2 ekor Bali dan 4 ekor pejantan kerbau.
“Produksi BIB, sudah teruji, dengan tingkat keberhasilan antara 70 sampai 95 persen,”ujar Edwardi yang dalam kesempatan tersebut, dijuluki sebagai gelar ahli pejantan sapi dari Sumbar oleh Direktur  Pemasaran Domestik Produksi Pertanian Deptan  Budi Gardjita./(padek)