Pendataan Sapi dan Kerbau 2011




1 - 30 Juni 2011



Hasil yang Diharapkan
Waktu Pelaksanaan



  1. Didapatkannya data
    dasar jumlah ternak sapi potong, sapi perah dan kerbau tahun 2011.


  2. Didapatkannya
    jumlah ternak sapi potong menurut umur, jenis kelamin dan rumpun ternak.


  3. Diketahuinya
    posisi stok sapi potong, sapi perah dan kerbau dalam negeri untuk mengurangi impor.


  4. Terdatanya seluruh
    rumah tangga atau unit usaha yang melakukan pemeliharaan sapi dan kerbau termasuk
    ternak di tingkat pedagang.


  5. Terbangunnya data
    dasar (berdasar nama dan alamat) peternak sapi dan kerbau yang lengkap, akurat
    dan mutakhir.


 



Pendataan Sapi dan
Kerbau dilaksanakan pada tanggal 1 30 Juni 2011. Petugas akan mendatangi rumah
tangga dan perusahaan yang diketahui mengusahakan ternak sapi dan kerbau.



 



Pendataan Sapi dan
Kerbau 2011



Apa Pendataan Sapi
dan Kerbau?



Menghitung jumlah
ternak sapi dan kerbau di seluruh wilayah teritorial Indonesia pada saat tertentu.



Kapan pelaksanaannya?



Petugas akan
melakukan pendataan dalam kurun



waktu 1 30 Juni
2011.



Mengapa diperlukan
pendataan ternak?



Sebagai dasar
penentuan kebijakan peternakan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan peternak
yang lebih baik.



Gratis



Petugas tidak
memungut biaya apapun.



 



Wujudkan Data
Peternakan Berkualitas untuk Kesejahteraan Peternak yang Lebih Baik



 



Mengapa Diperlukan
Pendataan Ternak Sapi dan Kerbau 2011?



Apa Tujuannya?



Indonesia telah
mencapai swasembada daging sampai tahun 1990. Seiring dengan pertumbuhan
penduduk yang semakin cepat dan meningkatnya polakonsumsi protein hewani
masyarakat mengakibatkan kebutuhan akan daging sapi potong dan kerbaumeningkat.
Untuk memenuhi kebutuhan daging saat ini, Indonesia sudah mengimpor
daging.Pemerintah menargetkan swasembada daging sapi dan kerbau sebesar 420 ribu
ton pada tahun 2014.



Namun selama ini
pemerintah belum memiliki data dasar yang memadai tentang jumlah ternak.
Sehingga perencanaan pengembangan kesejahteraan peternak masih terkendala.



Hal ini mendorong
pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen
PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), bekerjasama dengan Badan Pusat
Statistik (BPS) untuk melaksanakan Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah, dan Kerbau
(PSPK2011) yang akan dilakukan pada bulan Juni 2011.



Tujuan utama
pendataan sapi dan kerbau adalah menghitung dan mengumpulkan informasi dasar terkait
populasi ternak sapi dan kerbau di Indonesia, m e l i p u t i : j u m l a h , p
o l a p e n y e b a r a n , s t r u k t u r populasi sapi dan kerbau, termasuk
nama dan alamat peternak.



Siapa yang Dicakup?



Apa yang Ditanyakan?



Beberapa Pengertian



Pendataan ini
mencakup pemelihara sapi potong, sapi perah, dan kerbau yang ditujukan untuk
pengembangbiakan, penggemukan, pembibitan, dan/atau perdagangan, baik yang dilakukan
oleh rumah tangga, perusahaan, ataupun unit usaha lain (RPH, asrama, pesantren,
UPT, dll).



Data yang akan
ditanyakan mencakup nama dan alamat pemelihara ternak (rumah tangga, pedagang, dan
perusahaan peternakan); jenis kelamin, umur, dan rumpun ternak; cara
pemeliharaan, status kepemilikan ternak, mutasi ternak, dan inseminasi buatan.



 



  1. Ternak adalah
    hewan peliharaan yang produknya diperuntukkan sebagai penghasil pangan, bahan baku
    industri, jasa, dan atau hasil ikutannya yang terkait dengan pertanian. Dalam
    kegiatan ini, ternak yang dimaksudkan adalah Sapi Potong, Sapi Perah, dan
    Kerbau.


  2. Peternakan adalah
    segala urusan yang berkaitan dengan sumber daya fisik, benih, bibit dan atau bakalan,
    pakan, alat dan mesin peternakan, budidaya ternak, panen, pascapanen, pengolahan,
    pemasaran, dan pengusahaannya.


  3. Peternak adalah
    perorangan atau korporasi yang melakukan usaha peternakan.


  4. Rumah tangga
    adalah seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh
    bangunan fisik/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur
    (pengurusan kebutuhan sehari-hari dikelola bersama-sama dan menjadi satu).


  5. Rumah tangga
    peternakan adalah rumah tangga, dimana setidaknya ada salah seorang anggota
    rumah tangga yang melakukan usaha peternakan.


  6. Perusahaan peternakan
    adalah orang perorangan atau korporasi yang berbentuk badan hukum, seperti PT,
    CV, NV, koperasi dan
    sejenisnya, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik
    Indonesia yang mengelola usaha peternakan.


  7. Pedagang ternak adalah
    orang/unit usaha yang melakukan perdagangan ternak, memperjualbelikan ternak
    yang tidak diproduksi sendiri dengan tujuan memperoleh keuntungan.


  8. Kawin
    suntik/Inseminasi Buatan (IB) adalah teknik untuk memasukkan mani (sperma atau
    semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu ke dalam saluran
    alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut insemination
    gun
    .


  9. Rumpun (breed)
    ternak adalah segolongan hewan dari suatu jenis, yang mempunyai bentuk dan
    sifat keturunan yang sama atau sekelompok hewan yang mempunyai asal-usul dan
    sifat-sifat mantap yang merupakan ciri khas bagi kelompok atau populasi ternak
    tersebut. Rumpun ternak sapi antara lain sapi bali, sapi ongole/P.O, sapi
    madura, sapi persilangan, dan sapi lokal lainnya.