Potensi Pengembangan Sapi Potong

Pengembangan usaha peternakan di sumatra barat
bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak sehinnga
mampu menyediakan protein hewani asal ternak seperti daging, telur,
susu, untuk dikonsumsi kegutuhan daerah sendiri maupun propinsi
tetangga. Ada beberapa Faktor yang mendukung pengembangan usaha
peternakan di Sumatra Barat yaitu :


 

Sumber Daya Alam

Sumatra barat memiliki sumber daya alam yang cukup untuk meningkatkan
ekonomi masyarakat terutama pada sektor pertanian, pariwisata,
pertambangan dan energi. Dilihat dari beberapa sektor mata pencarian
disektor pertanian mendekati separo, yaitu lebih kurang 48% dan sisanya
adalah mata pencarian disektor perdagangan, hotel/restoran dan industri.


Bila dilihat dari ketersediaan lahan untuk mengembangkan ternak besar
pada dasarnya dapat menampung sekitar 3.250.000 ekor ternak besar,
sedangkan populasi ternak besar saat ini berjumlah 902.144 ekor sapi
(sapi dan Kerbau). Hal ini menggambarkan bahwa masih tersedia lahan
yang cukup luas untuk pengembangan ternak besar. Sumatra Barat yang
memiliki curah hujab yang cukup sepanjang tahun, telah menjadikan
tanahnya subur untuk ditumbuhi rumput hijauan pakan ternak dan juga
tersdia limbah pertanian seperti daun jagung, jerami, dan lain - lain.


Lokasi usaha peternakan sapi potong di sumatra barat yang telah
mrupakan kawasan usaha terdapat 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota yaitu di
Kabupaten 50 Kota (kenagarian Mungo, Kenagarian guguk), Kabupaten Agam
(Kenagarian Koto Ilalang, kenagarian Baso, Kenagarian Pakan Kamis),
Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung (kenagarian Sitiung, Kenagarian
Kotobaru), Kabupaten Tanah Datar (KenagarianTanjung Emas, Kenagarian
Salimpaung), Kota Payakumbuh (Kecamatan Payakumbuh Utara), Kabupaten
Solok (Kenagarian Talang, Kenagarian Lembah Gumanti), Kabupaten Padang
Pariaman (Kenagarian Lubuk Alung, Kenagarian Padang Sago), Kabupaten
Pesisir Selatan (Kenagarian Sutra, Kenagarian Bayang), Kabupaten
Pasaman (Kenagarian Kinali), Kota Padang (Kecamatan Pauh, Kecamatan
Kuranji, Kecamatan Koto Tangah).

Sumber Daya Manusia

Dukungan Sumber Daya Manusia dalam Pengembangan Sapi Potong cukup
tersedia, sebahagian besar peternak sudah berpengalaman dan terampil
dalam membudidayakan sapi potong, sedangkan disisi lain aparatur
pelayanan juga sudah berpengalaman dan trampil serta senantiasa siap
memberikan pelayanan di lapangan seperti inseminator, petugas PKB,
(Pemeriksa Kebuntingan), Petugas ATR, Recorder, Handling Semen, Embryo
Transfer (ET), Juru Keswan dan Paramedis.

Dukungan Infra Struktur (Sarana/Prasarana)

Dalam menyongsong tumbuhnya usaha-usaha baru dan mendorong
berkembangnya usaha yang telah ada, pemerintah telah menyediakan
dukungan infra struktur (sarana dan prasarana) untuk pelayanan IB,
pelayanan Keswan, Pelayanan Pemotongan Hewan Ternak dan Pelayanan dan
Pelayanan Pasar Ternak.

Pelayanan IB adalah berupa penyediaan
sarana yang dibutuhkan seperti kontainer, frozen semen dan kendaraan
roda 2/roda 4. Khusus untuk pengadaan Frozen selama ini di Sumatra
Barat masih bergantung pada droping Pemerintah Pusat yang berasal dari
BIB Lembang Jawa Barat atau BIB Singosari Jawa Timur, maka tahun 2002
Sumatra Barat telah mulai memproduksi Frozen Semen sendiri melalui BIB
Tuah Sakato Payakumbuh yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah
(UPTD) Pemerintah Propinsi Sumatra Barat yang telah diresmikan Oleh
Bapak Zainal Bakar, SH pada Tanggal 7 September 2002. Sampai dengan
akhir tahun 2003 telah dapat memproduksi 120.000 dosis Frozen semen
beku untuk memenuhi sebahagian dari Produksi tersebut dan juga telah
dipasarkan pula kebeberapa Propinsi Lainnya seperti Jambi.