1. Kabupaten Agam


a. Penyakit Causa Parasit
Penyakit causa parasit ini dapat dikelompokkan lagi menjadi penyakit yang disebabkan oleh parasit darah dan penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing.  Penyakit parasit darah yang pernah terjadi di Kabupaten Agam antara lain adalah :

Babesiosis :
Penyakit ini terdapat di Kecamatan Lubuk Basung (tahun 2003), Tilatang Kamang (tahun 2001), IV Angkek (tahun 2003), Canduang (tahun 2000 sampai 2005) dan Tanjung Raya.
Theileriosis :
Penyakit ini terdapat hampir di seluruh Kecamatan di Kabupaten Agam, yaitu Kecamatan Lubuk Basung, Baso, Tilatang Kamang, IV Angkek, Canduang (tahun 2000 sampai 2005), Palupuh, Tanjung Raya, Kamang Magek, IV Nagari (tahun 2000 sampai 2004) dan Matur. 

Trypanosomiasis :

Penyakit ini terdapat di Kecamatan Lubuk Basung, Baso (2004), Tilatang Kamang, Palupuh (2004) dan Tanjung Mutiara.
Anaplasmosis :
Penyakit ini terdapat di Kecamatan Baso (2005), Tilatang Kamang (2002), Candung, IV Koto, Tanjung Raya (2003), Kamang Magek (2000 sampai 2005),  dan Tanjung Mutiara.  
Piroplasmosis :
Penyakit ini terdapat di Kecamatan Baso (2004), Tilatang Kamang, IV Angkek (2004), Palupuh, Tanjung Raya (2002) dan Ampek Nagari (2001). 
Sedangkan penyakit parasit cacing yang pernah terdapat di Kabupaten Agam antara lain :
Fascioliosis :
Penyakit ini terdapat di Kecamatan Lubuk Basung, Baso, Tilatang Kamang, Palupuh, Tanjung Raya, Kamang Magek, IV Nagari, Matur, Tanjung Mutiara, dan Sei Puar.
Paramphistomiasis :
Penyakit ini terdapat di Kecamatan Lubuk Basung, Tilatang Kamang, IV Angkek, Tanjung Raya, Kamang Magek dan IV Nagari.  

b. Penyakit Causa Bakteri
Penyakit causa bakteri yang pernah terdapat di Kabupaten Agam antara lain :

Salmonellosis :
Penyakit ini terdapat di Kecamatan Lubuk Basung, Palupuh, Tanjung Raya, Kamang Magek dan Sei Puar. 
Cronic Raspiratory Desease (CRD) :
Penyakit ini terdapat hampir di seluruh Kabupaten Agam, yaitu di Kecamatan Lubuk Basung, Baso, Tilatang Kamang, Candung, Tanjung Raya, Kamang Magek, IV Nagari, Tanjung Mutiara dan Sei Puar.  
Septicaemia Epizootica (SE) :
Penyakit Ngorok/SE juga pernah terdapat di Kabupaten Agam namun penyebaran penyakit ini hanya terbatas di 2 (dua) kecamatan saja, yaitu Kecamatan Palupuh (tahun 2001) dan Kamang Magek (tahun 2003).

c. Penyakit Causa Viral
Penyakit causa viral yang pernah terdapat di Kabupaten Agam antara lain :

Rabies :
Penyakit rabies ini masih merupakan jenis penyakit yang men jadi ancaman besar bagi Kabupaten Agam, hal ini karena baik berdasarkan hasil uji laboratorium maupun wawancara dengan petugas di lapangan dinyatakan hampir seluruh Kecamatan yang ada di daerah ini tertular penyakit ini.  
Newcastle Desease :
Hampir sama halnya dengan penyakit rabies, penyakit ND/tetelo juga masih merupakan momok yang mengancam peternakan unggas di Kabupaten Agam, di mana lebih dari sebagian daerah ini tertular ND, yaitu Kecamatan Lubuk Basung, Baso, Tilatang Kamang, Canduang, Palupuh, Tanjung Raya, Kamang Magek, IV Nagari, Tanjung Mutiara dan Sei Puar. 
Avian Influenza (Flu Burung) :
Penyakit ini pertama kali muncul di Sumatera Barat pada tahun 2004, yaitu di Kota Pariaman berdasarkan diagnosa BPPV Regional II Bukitinggi.  Sedangkan Kabupaten Agam baru dinyatakan positif terinfeksi penyakit ini pada bulan September dan Oktober tahun 2005, yaitu Kecamatan IV Angkek (September 2005) dan Kecamatan Baso (Oktober 2005).  Berikutnya belum ada lagi penyebaran penyakit ini ke Kecamatan lainnya di Kabupaten Agam.
Orf :
Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas kecamatan di Kabupaten Agam, penyakit ini pernah terdapat di Kecamatan Lubuk Basung, Baso, Tilatang Kamang dan Kamang Magek.
Bovine Ephemeral Fever/Deman 3 Hari :
Penyakit ini menyebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Agam, yaitu di Kecamatan Baso, Tilatang Kamang, IV Angkek, Canduang, Palupuh, Tanjung Raya, Kamang Magek, IV Nagari, Matur, Tanjung Mutiara, dan Sei Puar. 
Jembrana :
Penyakit ini secara serologis hanya terdapat di kecamatan Tanjung Mutiara di Kabupaten Agam (tahun 2005), karena daerah ini merupakan sentra pengembangan Sapi Bali di Kabupaten Agam.  Hasil tersebut didukung oleh diagnosa BPPV Regional  V Bali melalui kegiatan Surveilans penyakit Jembrana oleh Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat tahun 2005, di mana dari 160 sampel serum yang diambil oleh tim surveilans ternyata 33 sampel ternyata positif jembrana.

d. Penyakit Defisiensi Mineral
Beberapa penyakit defisiensi mineral juga pernah terdapat di Kabupaten Agam, yaitu penyakit defisiensi calsium (Ca) di Kecamatan Tilatang kamang, Tanjung Raya, Kamang Magek, Tanjung Mutiara dan sei Puar; penyakit defisiensi phospor (P) di Kecamatan Lubuk Basung, Baso, IV Angkek, Tanjung Raya, IV Nagari dan Matur; serta penyakit defisiensi mangan (Mn) di Kecamatan Tanjung Raya.