2. Kabupaten Pasaman


a. Penyakit Causa Parasit
Penyakit parasit darah yang pernah terjadi di Kabupaten Pasaman antara lain adalah :

Babesiosis :
Penyakit ini ditemukan di Kecamatan Rao Mapat Tunggul (tahun 2002) dan Lubuk Sikaping (tahun 2004).
Theileriosis :
Penyakit ini terdapat hampir di seluruh Kecamatan di Kabupaten Pasaman, yaitu Kecamatan Rao, Panti, Bonjol, Lubuk Sikaping dan Rao Utara. 

Trypanosomiasis/Surra :
Penyakit ini hanya ditemukan di Kecamatan Rao dan Tigo Nagari (tahun 1988, 2002 dan 2003).

Piroplasmosis :
Penyakit ini ditemukan di Kecamatan Tigo Nagari dan Lubuk Sikaping (tahun 1999 dan 2002). 
Sedangkan penyakit parasit cacing yang pernah terdapat di Kabupaten Pasaman antara lain :

Fascioliosis :
Penyakit ini terdapat hampir di seluruh kecamatan di daerah ini, yaitu Kecamatan Rao, Simpati Tigo Nagari, Panti, Mapat Tunggul, Duo Koto dan Lubuk Sikaping.  Sedangkan dua kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Bonjol dan Rao Utara belum pernah dilaporkan penemuan penyakit ini.

Paramphistomiasis :
Penyakit ini hanya ditemukan di satu kecamatan saja di Kabupaten Pasaman, yaitu di Kecamatan Duo Koto.

b. Penyakit Causa Bakteri
Penyakit causa bakteri yang pernah ditemukan di Kabupaten Pasaman antara lain :

Salmonellosis :
Terdapat hampir di seluruh Kabupaten Pasaman, kecamatan yang belum pernah dilaporkan munculnya gejala penyakit ini, yaitu Kecamatan Duo Koto.

Cronic Raspiratory Desease (CRD) :
Berdasarkan temuan data di lapangan dinyatakan bahwa penyakit ini terdapat di seluruh kecamatan di Kabupaten Pasaman (9 Kecamatan).  

Septicaemia Epizootica (SE) :
Penyakit Ngorok/SE hanya pernah ditemukan di tiga kecamatan di Kabupaten Pasaman, yaitu Kecamatan Rao (tahun 2003), Tigo Nagari (tahun 1986) dan Rao Utara.

c. Penyakit Causa Viral
Penyakit causa viral yang pernah terdapat di Kabupaten Pasaman antara lain :

Rabies :
Penyakit rabies ini masih merupakan penyakit ancaman terbesar di Kabupaten Pasaman, hal ini disebabkan karena baik berdasarkan hasil uji laboratorium (BPPV Regional II Bukittinggi) maupun hasil wawancara dengan petugas di lapangan ternyata seluruh Kecamatan yang ada di kabupaten ini dinyatakan tertular penyakit rabies.

Newcastle Desease/Tetelo :
Sama halnya dengan penyakit rabies, penyakit ND/tetelo juga masih merupakan momok yang mengancam peternakan unggas di Kabupaten Pasaman, di mana seluruh wilayah di Kab. Pasaman ini tertular penyakit ND, terutama berjangkit pada ternak unggas di waktu perubahan musim dari musim panas ke musim hujan atau sebaliknya. 

Orf :
Sebagian dari wilayah kabupaten Pasaman pernah dijangkiti oleh penyakit orf, diantaranya yaitu : Rao, Simpati, Panti, Lubuk Sikaping dan Rao Utara.

Bovine Ephemeral Fever/Deman 3 Hari :
Hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Pasaman pernah dijangkiti oleh penyakit ini, kecuali 3 (tiga) kecamatan yang belum dijangkiti, yaitu : Kecamatan Bonjol, Duo Koto dan Lubuk Sikaping. 

Jembrana :
Dari hasil surveilans penyakit jembrana tahun 2005 yang didiagnosa oleh BPPV Regional V Bali, dinyatakan bahwa Kabupaten ini positif tertular penyakit jembrana, yaitu dari 98 sampel yang diambil ternyata 24 sampel positif jembrana secara serologis.

d. Penyakit Defisiensi Mineral
Hampir di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman ditemukan penyakit difisiensi mineral calsium (Ca) maupun phospor (P), yang diakibatkan oleh tanah yang tidak mencukupi kandungan mineralnya.  Sedangkan penyakit defisiensi mangan (Mn) belum pernah dilaporkan terjadi di kabupaten ini.