3. Kabupaten Pasaman Barat


a. Penyakit Causa Parasit
Hanya ditemukan dua jenis penyakit yang disebabkan oleh parasit darah di Kabupaten Pasaman, yaitu :

Anaplasmosis :
Kasus penyakit ini ditemukan di Kecamatan Luhak Nan Duo (tahun 1994) dan Sei Beremas (tahun 1999).  

Theileriosis :
Penyakit yang disebabkan oleh Theileria ini hanya ditemukan di Kecamatan Sei Beremas.  
Sedangkan penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing yang ditemukan di Kabupaten Pasaman adalah :

Fascioliosis (cacing hati) :
Penyakit ini ditemukan hampir di setiap kecamatan di Kabupaten Pasaman, yaitu di Kecamatan Ranah Pasisia, Kinali, Gunung Tuleh, Pasaman, Talamau, Ranah Batahan, Koto Balingka, Luhak Nan Duo, Sei Beremas dan Bonjol.

Paramphistomiasis :
Kasus penyakit ini ditemukan di Kecamatan Ranah Pasisia, Kinali, Lembah Malintang, Sei Aur, Talamau, Koto Balingka, dan Luhak Nan Duo.  

b. Penyakit Causa Bakteri
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang terdapat di Kabupaten Pasaman Barat diantaranya adalah  :

Salmonellosis :
Penyakit ini terdapat di 10 (sepuluh) kecamatan dari 12 (dua belas) kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat.  Dua Kecamatan yang tidak pernah terjadi kasus penyakit ini adalah Kecamatan Sei Beremas dan Bonjol. 

Cronic Respiratory Desease (CRD) :
Penyakit yang biasanya menyerang saluran pernafasan unggas ini terdapat hampir di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, yaitu Kecamatan Ranah Pasisia, Gunung Tuleh, Lembah Malintang, Sei Aur, Pasaman, Ranah Batahan, Koto Balingka dan Sei Beremas.

SE (Septichemia Epizootica)
Terdapat beberapa kecamatan di Kabupaten Pasaman yang pernah terjangkit kasus penyakit ini, yaitu Kecamatan Ranah Pasisia dan Kinali (tahun 1990), Koto Balingka (tahun 1995) dan Pasaman (tahun 1991 dan 2000).

c. Penyakit Causa Viral
Beberapa penyakit yang disebabkan virus yang terdapat di Kabupaten Pasaman Barat ini adalah :

Rabies :
Penyakit rabies ini selalu berjangkit setiap tahunnya hampir di seluruh wilayah Kabupaten ini.  Hal ini selain dapat terlihat langsung dari gejala klinis yang muncul di lapangan, juga diperkuat oleh hasil diagnosa Labor Keswan Simpang IV dan BPPV Regional II Bukittinggi.

New Castle Disease (ND) :
Hanya 1 (satu) kecamatan yang dinyatakan belum pernah tertular penyakit ND/Tetelo di Kabupaten Pasaman Barat yaitu Kecamatan Bonjol, sedangkan 11 (sebelas) kecamatan lainnya sudah dinyatakan terjangkit oleh penyakit ini.  Sesuai dengan penyebabnya (jenis virus), sehingga penyakit ini tidak dapat diobati, namun hanya bisa dicegah dengan membuat program vaksinasi ND secara teratur dan terpadu baik pada ayam buras maupun pada ayam ras yang dipelihara secara intensif.

d. Penyakit Defisiensi Mineral
Di Kabupaten Pasaman Barat juga ditemukan penyakit difisiensi mineral calsium (Ca) maupun phospor (P), yang diakibatkan oleh tanah yang tidak mencukupi kandungan mineralnya.  Namun penyakit-penyakit ini hanya ditemukan pada beberapa kecamatan saja, yaitu defisiensi calsium di kecamatan Lembah Melintang, Sei Aur, Pasaman dan Koto Balingka; sedangkan defisiensi phospor hanya ditemukan di 2 (dua) kecamatan saja, yaitu Kecamatan Pasaman dan Koto Balingka.