Profil Pengembangan Sapi Potong Di Spt - Air Runding Kab. Pasaman - Sumatera Barat

Pengembangan sapi potong di Sumatera Barat dititik
beratkan untuk meningkatkan jumlah populasi dan produksi sapi potong
terutama untuk peningkatan konsumsi protein hewani daging, telur dan
susu untuk masyarakat Sumatera Barat dan propinsi tetangga (Bengkulu,
Jambi dan Riau). Direktorat Jenderal Produksi Peternakan melalui Surat
Keputusan No. 220/26/B/02 tanggal 10 April 2002, telah menetapkan bahwa
propinsi Sumatera Barat merupakan daerah pengembangan sapi potong untuk
Sumatera bagian Barat.


 

Pada tahun 1982/1983 melalui
kegiatan integrasi program pengemabangan area, atas kerjasama antara
pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini pemerintah propinsi
Sumatera Barat dengan pemerintah Federasi Jerman melalui proyek ADP
(Asian Development Project) telah dilaksanakan pengembangan sapi potong
di Air Runding.  Air Runding terletak di Kecamatan Sungai Beremas
Kabupaten Pasaman.Barat, 250 km atau 4 jam perjalanan darat dari kota
Padang Ibukota propinsi Sumatera Barat.

Luas area 2010 ha:
dimana 500 ha diperuntukksn untuk pengembangan sapi potong. Dari luas
500 ha tersebut dapat digunakan 80 % untuk padang pengembalaan dan
perkantoran dan 20% untuk padang rumput. Temperatur udara rata-rata
20-30 derajat celcius, jenis tanah potsolit dengan curah hujan
rata-rata 2000-2500 mm pertahun dengan kelembaban 70 -80 %. Dilihat
dari letak geografis dan kondisi alamnya, Pemerintah Kabupaten Pasaman
Barat telah menetapkan Air Runding sebagai salah satu lokasi
pengembangan sapi potong.

Rancang bangun pelaksanaan pengembangan agribisnis sapi potong di Air Runding - Kab. Pasaman Barat adalah sebagai berikut:

  1. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam

  2. Memenuhi permintaan terhadap bakalan dan sapi bibit untuk Propinsi
    Sumatera Barat dan propinsi tetangga (Bengkulu, Jambi dan Riau)
  3. Memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat
  4. Memberikan dampak terhadap perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat, (Kompos).


Memperhatikan hal tersebut diatas dan dengan pertimbangan kondisi
agroklimat dan ketersediaan lahan serta aspek sosial ekonomi,
pengembangan agribisnis sapi potong di Air Runding dapat dijadikan
salah satu alternatif untuk meningkatkan investasi di Sumatera Barat.

INFRA STRUKTUR

Pada tahun 1997/1998 kerjasama dengan pemerintah Republik Federasi
Jerman telah berakhir, namun kegiatan di Air Runding tetap berjalan
dengan dukungan dana dari pemerintah Propinsi Sumatera Barat dengan
infra struktur yang tersedia sebagai berikut:
  • Kantor : 1 unit
  • Guest house : 1 unit
  • Perumahan karyawan kapasitas 15 orang (KK)
  • Rumah pimpinan : 1 unit
  • Sumber air bersih : 1 unit
  • Kandang sapi : 3 unit
  • Tempat pelatihan : 1 unit
  • Jalan propinsi : 248 km

STRUKUR ORGANISASI
Struktur Organisasi di SPT Air Runding terdiri dari:
  1. Kepala Stasion Pembibitan Ternak
  2. Tata Usaha
  3. Seksi Pakan
  4. Seksi Produksi
  5. Seksi Kesehatan Hewan

KAPASITAS PRODUKSI

Dari luas arean 2010 ha tersebut, 500 ha digunakan untuk pengembangan
sapi potong, Dari 500 ha dapat digunakan untuk : 20 ha untuk areal
perkantoran dan fasilitas umum, 30 ha untuk kebun rumput (HMT), dan 450
ha untuk padang pengembalaan. Jika carrying capacity 5 animal unit per
ha sehingga lokasi Air Runding dapat menampung sebanyak 2.000 ekor
ternak sapi potong.

RENCANA PENGEMBANGAN AIR RUNDING
Untuk jangka waktu panjang pemerintah Sumatera Barat telah merencanakan pengembangan Air Runding sebagai berikut :
  1. Peningkatan produksi dan populasi ternak sapi potong serta optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada.
  2. Peningkatan SDM
  3. Peningkatan teknologi IB
  4. Swastanisasi.

PERMASALAHAN PADA PENGEMBANGAN AIR RUNDING

Untuk menjadikan Air Runding sebagai Pusat Pembibitan ternak sapi
modern, pemerintah Propinsi Sumatera Barat terkendala dari tidak
tersedianya dana yang memadai.

ASPEK PRODUKSI
Sesuai dengan potensi lahan SPT air Runding seluas 500 ha dimana:
  • 20 ha : Merupakan areal perkantoran
  • 450 ha : Padang Pengembalaan
  • 30 ha : Kebun rumput unggul.


Dari luas lahan yang tersedia tersebut diharapkan akan dapat menampung
sapi potong sebanyak kurang lebih 2000 ekor dengan asumsi:

  • 30% untuk pembibitan ( 600 ekor)
  • 70% untuk penggemukan (1.400 ekor).


Dari 30% untuk pembibitan tersebut+ akan dapat menghasilkan bakalan dan
sapi bibit sebanyak 80% dari 600 ekor/tahun. Untuk pengembangan ternak
sapi sebanyak 1.400 ekor sapi akan dapat memenuhi permintaan akan
ternak sapi dan daging bagi Propinsi Sumatera Barat maupun untuk
ekspor. Diharapkan kedepannya SPT - Air Runding akan mampu memproduksi
sapi bibit, bakalan dan daging beku. Untuk emproduksi daging beku juga
dibutuhkan investasi dalam bentuk pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH).

ASPEK EKONOMI

Untuk pengembangan agribisnis sapi potong di SPT - Air Runding Kab.
Pasaman Barat membutuhkan modal investasi yang cukup besar, karena
kondisi lahan yang tersedia saat ini perlu dilakukan perbaikan dan
renovasi baik terhadap lahan maupun saran yang tersedia lainnya. Untuk
memanfaatkan lahan sebanyak 500 ha tersebut dan kegiatan
perbaikan/renovasi serta pengadaan perlatan yang diperlukan adalah
dapat diasumsi sebagai berikut:
  1. Pengadaan peralatan berupa Traktor dan hand traktor
  2. Pemagaran lahan seluas 500 ha
  3. Pembuat+an/pemagaran plot untuk padang pengembalaan
  4. Land Clearing
  5. Gudang
  6. Pengadaan Ternak sebanyak 2.000 ekor
  7. Perbaikan/renovasi Bangunan kantor, Mess dan lain-lain.
  8. Sanit+asi dan sumber air.

MODEL PENGEMBAN6AN INVESTASI YANG DITAWARKAN:
Polo pengembangan investasi yang akan ditawar pada pihak investor adalah dengan pola Capital sharing.