/ Berita Disnak / Detil

Disnak Sumbar   24 Januari 2017

Polisi Amankan 380 Kg Daging Impor


BUKITTINGGI, HALUAN - Sebanyak 380 kg daging ilegal (daging impor) diamankan Polres Bukittinggi pada salah satu lokasi di kawasan Simpang Tarok Bukittinggi, Senin (23/1).

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan, daging tersebut diamankan setelah adanya laporan dari masyarakat terkait peredaran daging impor tersebut di pasaran. Pasalnya, peredaran daging ilegal tersebut sangat meresahkan pedagang daging di Pasar Bawah. Hal ini dipicu karena daging impor itu dijual jauh di bawah harga pasaran. Ia menduga peredaran daging tersebut telah berlangsung selama dua bulan.

Setelah berkoordinasi dengan intansi terkait, Polres Bukittinggi bersama dengan Dinas Kesehatan Bukittinggi, Dinas Koperasi UMKM  Perdagangan dan Dinas Pertanian turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan lapangan.  

“Secara kasat mata saja saya kira daging tersebut kurang bagus, untuk memperjelas secara yuridis perlu uji labor. Masalah ini akan kita lakukan proses penyelidikan bekerja sama dengan Pemda,” kata Arly kepada Haluan di kantornya, kemarin.

Ia menjelaskan, pada kemasan daging tersebut tidak ada label BPOM, sementara label halalnya berasal dari luar negeri, dan bukan dari lembaga resmi Indonesia.

Sementara dari daftar harga yang didapat, distributor daging tersebut menjual daging kepada masyarakat untuk harga daging FQ Rp70 ribu perkilo, Daging Blade Rp77 ribu perkilo, Daging Silver Rp83 ribu perkilo, Daging Knakel Rp85 ribu perkilo, Jantung Rp34 ribu perkilo, Hati Rp31 ribu perkilo dan Kikil Rp36 ribu perkilo.

Salah seorang pedagang daging di Pasar Bawah, Irwan Rioni mengakui sejak satu bulan terakhir omzet penjualannya turun drastis sampai 50 persen, terutama pelanggan pedagang bakso. Menurutnya, peredaran daging ilegal tersebut sangat meresahkan pedagang di Pasar Bawah karena dijual murah. Akibatnya banyak pelanggan pedagang beralih membeli daging ilegal.

“Harga pasaran daging super di pasaran dijual Rp120 ribu perkilo, Jantung dijual dengan harga Rp60 ribu hingga Rp70 ribu perkilo,” jelas Irwan.        

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Syofia Dasmauli mengatakan, daging tersebut diamankan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan daging impor di salah satu lokasi. Mendapatkan laporan tersebut pihaknya beserta dinas terkait dan Polresta Bukittinggi langsung turun ke lapangan untuk mencek keberadaan daging impor tersebut.

“Di lokasi kita menemukan daging impor tersebut dalam bentuk daging beku. Dari pemeriksaan yang dilakukan, kita juga tidak menemukan label Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Daging tersebut. Sedangkan layak dan tidak layaknya daging tersebut untuk konsumsi akan dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Pertanian setempat,” kata Syofia.

Menurut pengakuan pemilik daging kata Syofia, bahwa daging impor tersebut didatangkan dari Jakarta melalui jalur darat. Daging tersebut didatangkan satu kali 2 hari sebayak 120 kg, yang kemudian dipasok ke pasaran.

“Adanya daging impor yang beredar kita baru mengetahuinya. Sebab selama ini kita tidak mendapatkan informasi tentang adanya penjualan daging impor tersebut,” ungkap Syofia.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar dapat menggunakan daging lokal untuk menghindari keraguan. Sebab daging impor tersebut tingkat halalnya masih diragukan. Untuk itu masyarakat harus hati-hati dan teliti dalam membeli daging di pasaran,” harap Syofia. (Sumber : Haluan)