Sumbar Terus Berupaya Tingkatkan Populasi Sapi

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya meningkatkan populasi ternak sapi di daerah ini untuk membantu pencapaian swasembada daging nasional pada 2014. 

"Untuk meningkatkan populasi ternak sapi berbagai program telah dilaksanakan di kabupaten/kota," kata Kepala Dinas Peternakan Sumbar Ir Erwardi di Padang, Sabtu. 

Ia menjelaskan, salah saru program percepatan peningkatan populasi sapi adalah pemberdayaan sarjana peternakan dan masyarakat. 

Program Sarjana Membangun Desa (SMD) berlangsung sejak 2007 di mana Sumbar mendapatkan tiga dari 10 paket bantuan dana bagi sarjana peternakan di seluruh Indonesia. 

Selanjutnya pada 2008, jatah SMD Sumbar naik menjadi 29 paket, dan 2009 naik lagi menjadi 66 paket dan pada 2010 akan ada lagi SMD yang telah selesai diseleksi. 

"Sarjana peternakan yang dinyatakan lulus seleksi dalam program SMD diberi suntikan modal dari pemerintah pusat sebesar Rp350 juta/orang," jelasnya. 

Sarjana yang mendapat bantuan paket akan membina kelompok peternak di daerah dengan jumlah bervariasi dan minimal 10 anggota yang pengembangan usahanya selalu diawasi serta dipantau Disnak. 

SMD diarahkan untuk mengembangkan usaha ternak sendiri sembari membina masyarakat peternak yang tergabung dalam kelompoknya, dan diharapkan bisa mendongkrak populasi ternak setiap tahun. 

Program SMD merupakan satu dari sekian banyak program yang dibuat pemerintah Sumbar, yang dikhususkan untuk sarjana peternakan di daerah ini. Program itu juga bertujuan mengurangi angka pengangguran terdidik dan membangkitkan jiwa wirausaha di sektor peternakan. 

Usaha SMD menunjukkan peningkatan. Pada 2007 bergerak pada pengembangan sapi potong dan 2008 juga sapi potong. Sedangkan pada 2009 dari 66 paket terdapat 31 paket sapi potong, sapi perah satu paket, kambing 12 paket, itik 12 paket dan ayam buras 10 paket. 

Lebih lanjut Edwardi menjelaskan, selain dana dari pusat, untuk mendungkung program pemberdayaan sarjana peternakan itu Pemprov Sumbar juga menganggarkan dana Rp1 miliar dari APBD untuk pelatihan bagi sarjana peternakan. 

Bahkan, ada alokasi dana bersumber dari APBD yang diberikan kepada sarjana peternakan yang belum mendapatkan dana paket SMD dari pusat. Namun, untuk mendapatkan dana tersebut juga melalui proses yang jelas, yakni melewati berbagai tes tentang cara pengembangan ternak yang layak. 

Upaya itu, katanya, karena kapasitas lahan ternak sapi di Sumbar masih banyak yang kosong, sedangkan daya tampung ternak sapi di daerah ini mencapai tiga juta dan dari jumlah tersebut baru terpenuhi sebanyak 463 ribu ekor. 

Edwardi melanjutkan, program lain untuk mencapai swasembada daging, pemerintah Sumbar juga mendirikan Balai Inseminasi Bautan (BIB) Tuah Sakato di Lima Puluh Kota, Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi potong Padang Mengatas. 

Kemudian, tambahnya, Balai Penyelidikan Penyakit Veteriner BPPV) Baso, laboratorium kesehatan hewan dan masyarakat veteriner Dinas Peternakan Sumbar, serta Sumbar Breeder Clubs (SBC). (Antara/FINROLL News)