Telat Ditangani, Tiga Penderita Rabies Meninggal Dunia


PAINAN-OkeZone.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menyebutkan sepanjang 2016 terdapat tiga penderita rabies di daerah itu meninggal dunia karena terlambat melapor ke petugas kesehatan untuk segera ditangani.

"Mereka yang terlambat melapor karena meyakini dukun atau orang pintar sanggup menangani rabies sehingga tidak mempedulikan pelayanan kesehatan," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana (P2B), Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Irwansyah di Painan, Senin (5/12/2016).
BERITA REKOMENDASI

    Gigit Warga hingga Tewas, Empat Anjing di Barito Selatan Positif Rabies
    Cegah Rabies, Ribuan Anjing di Barito Selatan Divaksinasi
    Dinas Peternakan Jabar Akan Vaksinasi Rabies di Kabupaten Sukabumi

Irwansyah menambahkan jika rabies tidak ditangani sampai waktu tertentu virus yang ditularkan oleh binatang tersebut akan menyerang sistem syaraf dan otak.

"Jika korban sudah takut air berarti syaraf dan otaknya telah terserang virus itu, biasanya korban tidak beberapa lama akan meninggal dunia dan itulah yang terjadi pada mereka yang meninggal," kata dia.

Terkait hal itu, ia mengajak warga yang menjadi korban gigitan anjing, kera ataupun kelelawar yang diduga mengidap rabies segera melapor ke petugas kesehatan terdekat. Usai melapor petugas akan mengobservasi binatang yang menggigit apakah terjangkit rabies atau tidak, hal tersebut bisa dilakukan dengan menguji laboratorium otak binatang yang menggigit atau bisa mengamatinya dalam keadaan hidup minimal dua minggu.

Jika tidak ditemukan indikasi binatang tersebut terjangkit rabies maka korban tidak perlu diberikan vaksin antirabies.

Namun jika positif rabies maka vaksin antirabies wajib diberikan, pada gigitan tertentu yang dinilai berisiko tinggi seperti gigitan pada bagian leher hingga ke atas ataupun pada ujung-ujung jari maka vaksin anti rabies harus diberikan secepatnya untuk mencegah serangan virus ke sistem syaraf dan otak.

Ia menambahkan sepanjang 2016 terdapat 255 gigitan binatang yang diduga terjangkit rabies dan kepada mereka telah disalurkan 179 buah vaksin anti rabies. Hingga saat ini, dinas kesehatan setempat masih memiliki stok 30 buah vaksin. Korrdinasi dengan dinas kesehatan provinsi akan dilakukan jika persediaan menipis agar vaksin tambahan segera dikirim.

Terpisah, seorang warga di Kecamatan Sutera, Syafril mengatakan, hingga saat ini masih ada warga di kecamatan itu menggunakan jasa dukun atau orang pintar apabila digigit anjing. Menurutnya, untuk mengobati luka bekas gigitan dukun atau orang pintar akan mengobatinya dengan media anak pohon pisang ataupun batu sakti yang dipercaya bisa menetralisir racun.