PESISISR SELATAN PERTAHANKAN POPULASI SAPI LOKAL

Sapi lokal Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tercatat sebagai satu dari 5 jenis sapi asli Indonesia. Untuk itu, keberadaannya harus bisa tetap dipertahankan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah melalui pengembangan kawasan khusus plasmanunutfa sapi pasisie. Apalagi, tingkat konsumsi masyarakat untuk jenis sapi ini masih tinggi. Pengawasan terhadap kesehatan sapi pedaging dan berbagai hewan ternak lainnya mendapat perhatian khusus pemerintah daerah. Langakah Itu dilakukan untuk menjaga kepercayaan konsumen karena Pessel merupakan salah satu daerah sentra daging. Terutama daging sapi yang memiliki ciri khas tersendiri, disamping itu juga beberapa jenis sapi lainnya. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Pessel, Nuzirwan didampingi kepala bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Yusmal mengatakan untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap sapi lokal pasisie, pihaknya melalui petugas Keswan melakukan pengawasan ketat terhadap sapi pedaging di daerah itu.

"Ini perlu dilakukan mengingat Pessel merupakan salah satu daerah sentra daging sapi di Sumbar. Kita berharap melalui pengawasan ini, kepercayaan konsumen terhadap kesehatan sapi yang akan dikonsumsi masyarakat semakin tinggi. Untuk memaksimalkan pengawasan dan pemerikasaan, sehingga kita menerjunkan 21 orang petugas Keswan di lapangan" katanya.  Dijelaskan bahwa pada tahun 2016 ini, Pessel masih dipercaya sebagai salah satu daerah pemasok sapi kurban di sumbar. Karena cukup dan melimpah, sehingga khusus untuk Pessel, masyarakat atau pedagang tidak perlu melakukan impor dari luar daerah. "Pessel masih menjadi salah satu daerah penghasil daging sapi di Sumbar. Berdasarkan hal itu, sehingga sapi-sapi yang dipotong, terutama pada hari Raya Idul Adha mendatang, tidak yang berasal dari luar daerah" tegasnya. Ditambahkan bahwa berdasarkan pemantauan petugas pada pos distribusi yang terdapat di daerah Siguntur perbatasan Pessel dengan Padang. "Kalau biasanya jumlah sapi yang dikrim keluar daerah hanya rata-rata 50 ekor per minggu, sekarang telah mencapai 150 ekor perminggu," katanya

Dijelaskannya jelang Idul Adha, kebutuhan dalam daerah, akan mencapai 6 - 7 ribu ekor. Diungkapkannya bahwa saat ini populasi sapi di daerah itu terdata sebanyak 79.861 ekor. Dari jumlah itu yang merupakan sapi asli pasisie sebanyak 65 persen. Sisanya adlah sapi simental, brahman, sapi bali dan sapi hasil perkawinan silang.