Harga Daging Segar Tinggi, KPPU: Tahun Depan Sudah Bisa Rp 80.000/Kg

Jakarta -Harga daging sapi saat ini masih berkisar Rp
120.000-130.000/kg di pasaran. Harga beli yang tinggi di Rumah Potong
Hewan (RPH) menjadi salah satu pendorong lonjakan harga daging di pasar.

Ketua
Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Sutrisno Bachir mengatakan,
harga Rp 80.000/kg yang diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)
sebenarnya bisa tercapai, tapi ada syaratnya.

Salah satunya
perlu dilakukan berbagai perencanaan jangka panjang seperti deregulasi
kebijakan dan pencarian alternatif negara lain untuk impor.

"Sebetulnya
untuk Rp 80.000 itu bisa, tadi sudah kita diskusikan, pertama kalaupun
kuota, sistem kuotanya satu tahun saja atau tarif. Yang kedua, adalah
benar ga harga di Australia itu benar seperti harga yang di jual di
sini. Jangan-jangan di sana ada kartel juga. Karena kita nggak ada
alternatif. Sebaiknya nanti ada alternatif negara lain. Apakah itu
India, Brasil yang mungkin bisa di-planning-kan," katanya di Kantor
KEIN, Jakarta, Selasa (14/06/16).

Namun Sutrisno menambahkan,
bahwa pencarian solusi harga daging yang normal tidak melulu harus
dengan melakukan impor. Dia mengatakan pemerintah juga harus memikirkan
bagaimana daging sapi segar yang murah harus datang dari dalam negeri
sendiri.

Sutrisno menjelaskan Indonesia mempunyai banyak
kesempatan untuk melakukan hal tersebut dengan berbagai sumber daya dan
akses yang dimiliki.

"Daging sapi segar ini harus dari dalam
negeri juga. Pemerintah harus hadir bagaimana membuat para peternak sapi
bisa berkembang kemudian harganya musti kompetitif. Dan itu menurut
saya bisa karena sudah tidak ada biaya transportasi lagi di sini. Yang
kedua kita juga punya lahannya, udaranya juga memungkinkan seperti di
daerah NTB, NTT sehingga kita harus dorong juga ke sana. Jangan kita
melihatnya karena bisa impor ya sudah kita impor saja dari Australia
atau negara lain," jelasnya.

Hal ini didukung oleh pernyataan
Ketua Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf yang
mengatakan bahwasanya dirinya telah melihat harga di beberapa daerah di
Indonesia yang harga daging sapinya berkisar Rp 90.000-100.000/kg.

Hal ini dirasa dapat menjadi harapan di daerah-daerah lainnya untuk mendapatkan harga yang serupa.

"Kemarin
KPPU datang ke daerah Marosh di Makassar. Itu harga Rp 88 ribu/kg
daging sapi segar. Di dalam kota itu Rp 90.000-95.000. Memang di awal
puasa kemarin ada kenaikan ke Rp 100.000-105.000, tapi sekarang trennya
turun," katanya di lokasi yang sama.

"Artinya kalau tren ini
jalan terus, harga Rp 80.000 itu bukan tidak mungkin, tapi mungkin saja
terjadi. Termasuk yang dari dalam negeri. Cuma mungkin
sesingkat-singkatnya agak sulit. Ini butuh waktu. Karena banyak faktor
yang harus kita beresin terkait dengan itu," katanya di lokasi yang
sama.

Ketika ditanyakan kapan persoalan harga daging yang tinggi
ini akan tuntas, Syarkawi mengatakan setidaknya masyarakat harus
menunggu hingga tahun depan.

"Paling tidak tahun depan harga daging segar maupun daging beku bisa Rp 80.000," pungkasnya.