Solok Selatan Eliminasi Anjing Liar Antisipasi Rabies

Padang Aro, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, kembali melakukan eliminasi terhadap anjing liar guna mengantisipasi penularan penyakit rabies.

"Kita mengutamakan eliminasi di lokasi yang jumlah kasus gigitannya cukup tinggi, dan telah selesai dilaksanakan di Kecamatan Sangir dan berhasil mengeliminasi 93 ekor anjing liar," kata Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Solok Selatan, Yuherdi di Padang Aro, Kamis.

Dia mengatakan, sebelum melakukan eliminasi anjing liar, pihaknya terlebih dahulu menyosialisasikannya kepada masyarakat bekerja sama dengan Persatuan Buru Babi (Porbi), kepolisian serta dengan imbauan dan selebaran.

Satu hari menjelang eliminasi katanya, juga kembali diberikan imbauan keliling menggunakan pengeras suara di lokasi yang akan dieliminasi.

Untuk melakukan eliminasi tersebut, imbuhnya, pemkab menurunkan 11 orang petugas yang terdiri dari dua dokter yang dibantu oleh mantri hewan serta petugas pemerintah daerah.

Dia menyebutkan, setelah selesai di Kecamatan Sangir sementara istirahat dulu dan kembali akan dilaksanakan pada Mei 2016.

"Kita masih mempertimbangkan eliminasi pada Mei nanti antara Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh dan Sangir Balai Janggo," katanya.

Sedangkan untuk kasus gigitan anjing di Solok Selatan katanya, hingga April sudah lebih dari 100 kasus.
Dia menambahkan, selain melakukan eliminasi sebelumnya pihaknya juga sudah memberikan vaksin secara gratis kepada hewan peliharaan masyarakat yang bisa menyebarkan rabies.

"Kita berharap dengan adanya eliminasi dan vaksinasi ini bisa mengurangi kasus gigitan serta penyebaran rabies di Solok Selatan," katanya.

Sementara itu seorang warga pecandu buru babi Hendra (41) mengatakan, jika ia juga melihat ada petugas yang memberikan vaksin terhadap binatang peluharaan masyarakat secara gratis.

"bahkan saya juga melihat petugas mendatangi lokasi berburu babi untuk memberikan vaksin kepada anjing peliharaan warga," katanya.

Sedangkan untuk eliminasi katanya, satu hari menjelang pelaksanaan memang diteriakkan melalui pengeras suara oleh pemerintah menggunakan mobil.

"Kita mendukung upaya ini supaya anjing liar yang tidak jelas tuannya bisa berkurang dan bisa mencegah penyebaran penyakit rabies," katanya.