RPH HARUS BERSERTIFIKAT BEBAS PENYAKIT HEWAN


PADANG, HALUAN—Mulai 2015, setiap Rumah Potong Hewan (RPH) di Sumatera Barat harus memiliki sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Yaitu, sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan higienis sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan Sumbar. Bagi RPH yang tidak memiliki sertifikat ini, akan ditutup.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Peternakan Sumbar M Kamil.  Disebutkannya, pihaknya sudah mengirimkan edaran gubernur kepada kabupaten/kota untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. Kabupaten dan kota diminta untuk mempersiapkan peralatan dan hal lainnya untuk mendapatkan sertifikat NKV ini.

“Ini kami lakukan untuk meminta agar kabupaten/kota lebih perhatian terhadap RPH yang ada di daerah mereka. Karena RPH merupakan titik terakhir pemeriksaan sebelum daging disebar ke masyarakat. Selain memiliki sertifikat NKV, RPH juga harus memiliki label halal dari MUI,” ucap Kamil.

Saat ini Dinas Peternakan Sumbar sudah melakukan audit terhadap 10 RPH yang ada di Sumbar. Hasil audit akan lahir rekomendasi yang meminta RPH segera mempersiapkan diri untuk uji meraih sertifikat NKV ini. Hasil dari audit yang sudah dilakukan ini, dua unit RPH yaitu di Padang Panjang dan Bukittinggi sudah mendapatkan sertifikat NKV dan label halal dari MUI.

“Untuk Padang, kami dengar sudah menganggarkan di APBD 2014 agar bisa segera diterbitkan sertifikat NKV ini,” ucap Kamil. Memasuki bulan Ramadan dan jelang lebaran, Dinas Peternakan juga melakukan pengawasan. Dari hasil penelusura sementara oleh tim NVS, ditemukan penyakit yang ditemukan pada hewan saat ini tidak berdampak pada manusia. Diantaranya penyakit cacingan, parasit darah, dan lainnya termasuk rabies.

“Ketika dipotong paksa, daging ini masih aman dikonsumsi,” terang Kamil.

Terkait rabies, Kamil juga menyatakan pihaknya juga pernah menemukan adanya kasus rabies pada sapi. Dan bahkan sapi tersebut sudah sampai di RPH. Ini harus menjadi perhatian bagi semua pihak, termasuk kelompok peternak, untuk mengawasi gejala-gejala yang muncul pada hewan. Seperti sapi yang digigit anjing harus segera diperiksa. (h/eni)