Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1434 H

Jakarta – Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan menjelang ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1434 H. Demikian dikatakan Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA saat menggelar konferensi pers tentang pantauan ketersediaan dan harga pangan dalam menghadapi puasa dan hari raya di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta pada Kamis (4/7/2013).

Menurut Mentan, pada periode tersebut permintaan masyarakat terhadap beberapa komoditas pangan biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, kondisi tersebut diperberat dengan kenaikan harga beberapa komoditas akibat kenaikan harga BBM. ”Jika tidak dikendalikan dan dikelola dengan baik, maka hal itu dapat berpotensi mendorong peningkatan harga bahan pangan pokok di luar batas kewajaran,” tegasnya

Untuk itu pemerintah telah melakukan koordinasi perencanaan produksi antar wilayah dan sentra produksi dengan tujuan agar pasokan bahan pangan dapat tersedia secara cukup sehingga harga dapat terkendali dan stabil.

Dijelaskan Mentan, berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan bahan pangan tahun 2013, ketersediaan pangan pokok yang berasal dari produksi dalam negeri cukup dan surplus, kecuali gula pasir, cabai rawit dan daging sapi.

Untuk periode puasa dan lebaran (Juli – Agustus), ketersediaan pangan strategis seperti beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging unggas dan telur surplus.
Pasokan beberapa komodiats seperti beras dan bawang merah diperkirakan akan aman karena pada periode Juli – Agustus memasuki musim panen gadu (untuk padi) dan panen raya (utuk bawang merah) di beberapa daerah sentra. Begitu juga untuk pasokan gula pasir diperkirakan aman karena sudah memasuki musim giling. Pelaku usaha juga memastikan dan menjamin pasokan bahan pangan aman untuk menghadapi puasa dan lebaran mendatang. ”Dengan demikian pada periode puasa dan lebaran tahun ini, kita tidak perlu khawatir akan terjadinya kekurangan bahan pangan,” tegas Mentan.
Dilanjutkan Mentan, sampai dengan Minggu 1 Juli, beberapa daerah sentra produksi padi yang sudah mulai panen gadu diantaranya Banten Jabar, Jatim, Sumut, Sumbar, Lampung, NTB, Sulsel, Sumsel, Jateng, Kalsel, Jambi, Sulut dengan perkiraan persentase antara luas panen berkisar antara 5 – 65 persen.

Sementara untuk harga bawang merah, panen raya akan terjadi pada bulan Juli – September dengan kondisi pertanaman yang baik. ”Perkiraan produksi bawang merah di daerah sentra produksi sekitar 200 – 250 ribu ton yang tersebar di Brebes, Cirebon, Majalengka, Probolinggo dan Nganjuk,” imbuh Mentan.
Adapun untuk komoditas cabai merah, panen diperkirakan terjadi pada periode Juli – Agustus di daerah Kediri, Jember, Blitar, Lumajang, Ciamis, Garut, Tasikmalaya dan Magelang dengan jumlah produksi cabai mencapai 9 ribu ton.

Lebih lanjut, Mentan mengatakan untuk komoditas daging sapi, stok sapi yang tercatat di APFINDO saat ini mencapai 141.862 ekor yang terdiri dari 110. 362 ekor sapi impor dan 31.500 ekor sapi lokal. Jumlah tersebut jika disetarakan daging mencapai 16,65 ribu ton.
Sumber: Biro Umum dan Humas