Selamat Datang di Website Resmi Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat..

headline PEMBANGUNAN RUMAH POTONG HEWAN MODERN KOTA PAYAKUMBUH 2010

Berita | Rabu, 02/06/2010 15:46 WIB

PEMBANGUNAN RUMAH POTONG HEWAN MODERN KOTA PAYAKUMBUH 2010

a. Latar Belakang

Peningkatan mutu pengolahan produk peternakan yang salah satunya adalah daging segar merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang kegiatan agribisnis peternakan. Hal ini sesuai dengan visi Renstra Direktorat Jendral Pengolahan dan Pamasaran Hasil Pertanian (P2HP) yairu meningkatkan kinerja pembangunan pengolahan dan pemasran hasil pertanian sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
RPH merupakan sarana penting dalam peningkatan mutu pengolahan hasil peternakan. Mengingat kondisi RPH kota Payakumbuh sekarang tidah memenuhi persyaratan teknis dan higienis maka perlu didirikan RPH Modern (yang memenuhi SNI) pada kawasan peternakan terpadu di Kelurahan Koto Panjang Kecamatan Payakumbuh timur, yang lahannya telah disediakan oleh pemerintah Kota Payakumbuh seluas 4.2 Ha. Dokumen perencanaan meliputi Master Plan, Feasibility study dan Detail Enginering Desain sudah rampung dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2008 melalui dana APBD sedangkan peralatan merupakan bantuan kerjasama dengan pemerintah Spanyol.
Pembangunan RPH modern sebagai salah satu peningkatan infrakstruktur sesuai dengan 5 (lima) upaya pokok atau yg lebih dikenal dengan Panca Yasa yang menjadi dasar filosof pembangunan pertanian secara umum, yaitu Perbaikan infrastruktur Pertanian.
Pembangunan fisik RPH anggarannya diharapkan dari dana Dekonsentrasi dan dana Tugas Perbantuan dari Direktorat Jenderal Peternakan, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran hasil Pertanian  (P2HP), dana dari LIPI dan dana APBD Propinsi Sumatera Barat yang didampingi dana APBD kota Payakumbuh 2010.
Landasan Kebijakan perlunya RPH modern di kota Payakumbuh adalah :

  1. Letak wilayah yang strategis  pada jalur inter regional yang didukung wilayah Inter Line Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Agam serta Kabupaten Tanah Datar.
  2. Sebagai sarana pelayanan masyarakat (Publik Service) dalam penyedian daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).
  3. Upaya pemerintah Kota Payakumbuh untuk meningkatkan pendapatan  Asli daerah.
  4. Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, pengusaha, pedagang dan pemakai jasa RPH.

b. Rasional

Bertitik tolak dari kondisi RPH sekarang maka pembangunan RPH modern di Kota Payakumbuh merupakan pilihan yang tepat untuk dapat diwujudkan pada tahun 2010 mengingat :

  • Lahan sudah tersedia dan pembuatan dokimen perencanaan sudah dilakukan melalui dana APBD Kota Payakumbuh Tahun 2008.
  • Pemerintah spanyol bersama LIPI dan BAPPENAS direncanakan memberikan bantuan peralatan RPH yang akan sampai di lokasi pada pertengahan tahun 2010.
  • RPH modern sudah bisa dioperasionalkan pada tahun 2010 untuk memenuhi kebutuhan daging local, wilayah inter line, dan Propinsi tetangga.
  • Meningkatkan pelayan publik untuk mendapatkan daging ASUH untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, regional dan nasional.
  • Memanfaatkan  peluang dengan semakin berkembangnya usaha industri, jasa penginapan dan rumah makan  serta transportasi  dan pariwisata.
  • Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

c. Tujuan dan Sasaran

Tujuan dan sasaran pembangunan RPH modern :

  1. Tuntutan kebutuhan untuk memperbaiki dan menata kembali kondisi RPH melalui fasilitas sarana bangunan dan peralatan sesuai persyaratan teknis dan higienis.
  2. Menghasilkan produk yang memenuhi standar Higyene sanitasi sehingga produk RPH, baik daging dan hasil olahannnya diterima di pasar Nasional maupun Internasional.
  3. Menjadikan RPH sebagai pusat pelatihan dan pendidikan, untuk tingkat Sumatera sehingga siswa/sarjana yang kita hasilkan mempunyai kompetensi.
  4. Tumbuhnya aktifitas ekonomi mulai dari hulu sampai hilir serta antisipasi pengaruh globalisasi.

d. Penerima Bantuan

Pembangunan Rumah Potong Hewan modern dilakukan oleh dinas Pertanian Kota Payakumbuh yang dikelola  Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Visi UPTD “ Menjadikan UPT Daerah yang Mandiri, sehat dan Profitable ”

Sedangkan misinya adalah:

a. Memberikan pelayanan jasa pemotongan.
b. Menyediakan pemesanan daging segar dan daging beku  yang siap terima ditempat.
c. Menyediakan hewan potong dengan pemindahan pasar ternak ke lokasi pembangunan RPH.
d. Meningkatkan Mitra Kerja dengan peternak dan stake holder lainnya.
e. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pembangunan daerah.
f. Menjadikan RPH sebagai sarana pendidikan.

Struktur UPTD terdiri dari :
1. Kepala UPTD
2. Bagiat Tata Usaha
3. Kasi/Divisi Quality Control
4. Kasi/Divisi Processing dan Packing

Pekerja RPH yang dibutuhkan sebagai berikut:
a. Petugas Pemingsanan (stunning)
b. Tukang jagal
c. Tukang pengulitan dan jeroan
d. Tukang potong karkas
e. Pengepakan dan distribusi

Kegiatan usaha antara lain adalah:
1. Jasa sewaan pemotongan hewan
2. Jasa sewa kandang
3. Jasa sewa pengangkutan
4. Jasa pengelolaan limbah
5. Jasa pemasaran daging
6. Jual beli ternak

Sumber Pendapatan
1. Jasa pemotongan hewan
2. Jasa sewa kandang
3. Jasa pengelolaan angkutan daging
4. Penjualan hasil pengolahan limbah
5. Penjualan daging segar dan daging beku
6. Jasa penjualan ternak

RPH yang akan dikelola
1. Bangunan RPH 1.400 m2
2. Pembuangan limbah 35 m2
3. Bangunan kandang 915 m2

e. Rincian Kegiatan/ Sub. Kegiatan dan Anngaran

Rincian Pembangunan Rumah Potong Hewan modern terdiri dari Pekerjaan Bangunan Utama RPH dengan rangka baja, pekerjaan kandang (karantina) dengan gang way ke bangunan utama, pembangunan instalasi, pembanguna tempat limbah, pekerjaan gedung kantor dan laboratorium. Pekerjaan rumah dinas petugas, pekerjaan pembangunan Mushalla dan MCK serta pekerjaan jalan dan parkir (aspal AC-WC).

f. Jadwal Pelaksanaan

Jadwal pelaksanaan kegiatan pembangunan RPH modern Kota Payakumbuh dapat diselesaikan pada TA 2010 dan sudah dioperasionalkan pada tahun selanjutnya.

g. Keberlanjutan Kegiatan

RPH berfungsi sebagai penyedia stok minimal daging untuk Kota Payakumbuh dan sekitarnya, disamping berfungsi meningkatkan PAD melalui retribusi dan pajak terhadap pelaku usaha RPH.
Pemeliharaan RPH dianggarkan dalam APBD Kota Payakumbuh setiap tahunnya termasuk biaya operasional RPH, maka akan muncul beragam aktifitas lainnya yang terkait baik di hulu maupun hilirnya. Akhirnya akan muncul dampak berganda (Multi effeck) yang berdampak positif bagi perekonomian daerah

h. Penutup

Peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama peternak merupakan salah satu tujuan dan sasaran pembangunan dibidang pertanian sebagai penjabaran dari visi dan misi Dinas Pertanian Kota Payakumbuh. Pencapain dari tujuan dan sasaran sangat ditentukan oleh berbagai usaha dan upaya yang dilakukan dinas pertanian bekerjasama dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat dan instansi terkait serta peran aktif dari masyarakat.
Salah satu hal yang penting dalam pembangunan peternakan di Kota Payakumbuh saat ini adalah meningkatkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan agribisnis peternakan. Salah satu sarana yang sudah kurang layak dan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal adalah Rumah Potong Hewan . Sementara fungsi dan manfaat Rumah Potong Hewan sangat signifikan bagi masyarakat terutama untuk ketersedian daging yang aman, sehat, utuh dan halal.
Mengingat kegiatan ini sangat penting untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus pemberdayaan ekonomi rakyat kiranya pembangunan rumah potong hewan yang modern sudah selayaknya didirikan di Kota Payakumbuh. Permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah daerah Kota Payakumbuh adalah terbatasnya dana APBD dang bisa dimanfaatkan untuk keperluan dimaksud. Maka diharapkan bantuan dana dari pemerintah pusat melalui dana dekosentrasi dan Dana Tugas Perbantuan dari Direktorat Jendral Peternakan, Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP), dana dari LIPI dan dari dana APBD Propinsi Sumatera Barat agar RPH modern yang selama ini diidam-idamkan dan sangat diharapkan berdiri di Kota Payakumbuh dapat terealisasi. Dana pemerintah pusat yang akan diberikan siap didampingi dengan APBD Kota Payakumbuh. Hal inipun merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan yang berbasis ekonomi kerakyatan.



Berita terkait