Selamat Datang di Website Resmi Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat..

headline Bali Siap Antarpulaukan 12.500 Ekor Sapi Potong

Berita | Senin, 16/07/2012 18:27 WIB

Menyongsong hari raya Idul Fitri atau Lebaran, Bali siap memenuhi kebutuhan daging sapi potong untuk konsumsi di luar Bali. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Ir. Putu Sumantra, Jumat (6/7) kemarin, mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, Pemerintah Provinsi Bali akan memasok dua kali lipat sapi Bali ke luar Bali dibandingkan bulan-bulan biasanya. Itu artinya sekitar 12.500 ekor sapi potong akan dipasok ke luar Bali untuk Lebaran tahun ini.

Terkait hari raya Lebaran nanti, kata dia, Bali dipastikan tidak akan kekurangan pasokan daging sapi potong mengingat masyarakat Bali tidak dominan mengonsumsi daging sapi. Ia memprediksi harga daging sapi di Bali tidak akan mengalami kenaikan yang berarti.

Mengingat konsumsi daging sapi di Bali tidak sebanyak di provinsi lainnya. Bali justru memasok sapi potong untuk kebutuhan di provisni lain. Untuk tahun 2012 ini, Dinas Peternakan menetapkan kuota 75 ribu ekor sapi dalam setahun untuk dikirim ke luar Bali atau diantarpulaukan.

Pasokan sapi ke luar Bali pada pada bulan biasa lebih sedikit ketimbang Idul Fitri atau Lebaran dan Idul Adha. ''Biasanya pada Lebaran dan Idul Adha pengiriman sapi ke luar Bali mencapai dua kali lipat daripada bulan biasanya,'' ujarnya.

Dari kuota 75 ribu ekor sapi tersebut diperhitungkan dibagi untuk 14 bulan. Dengan rata-rata 5.000 ekor per bulan pada bulan biasanya.

Dengan demikian, sekitar 12.500 ekor sapi akan dipasok ke luar Bali pada pada Lebaran dan Idul Adha.

Sementara untuk kebutuhan lokal di Bali, kata dia, disediakan kuota 40 ribu ekor per tahun. ''Namun untuk kebutuhan lokal tegantung dinamika pasar, kadang naik kadang turun. Tetapi biasanya rata-rata pemotongan sekitar 40 ribu per tahun,'' ujarnya.

Terkait potensi pengiriman sapi Bali ke luar Bali, menurut Sumantra, potensi Bali memang tinggi tetapi harus tetap dihitung kemampuan Bali dan jangan sampai dipaksakan kalau umur sapi memang belum memadai. ''Harus ada perhitungan jangan sampai sapi yang kecil-kecil ikut dipotong begitu juga yang betina. Sehingga dinamika populasi harus kita hitung dengan bagus,'' ujarnya. (kmb29)


Berita terkait